Hal-hal yang tidak dan harus kamu lakukan ketika terdeteksi Skoliosis

Tulisan ini saya buat sebagai wujud perhatian saya terhadap para pengidap skoliosis di seluruh Indonesia, tidak bermaksud untuk menggurui, karena saya bukan ahli di bidang ini. Saya hanya berusaha menyampaikan hal-hal yang sebenarnya sudah seringkali dibahas di website, forum maupun fb namun berulang kali ditanyakan oleh kalangan awam.

Hal-hal yang jangan atau sebaiknya tidak kamu lakukan ketika kamu didiagnosis oleh dokter atau terdeteksi mengidap skoliosis adalah:

  1. Jangan berpikir bahwa dunia mau runtuh dan merasa jadi orang paling menderita di dunia.
    Percayalah kawan, harapan itu selalu ada. Tuhan memberi masalah, maka Tuhan pula yang akan memberi solusinya. Belajar lah untuk bersyukur pada kondisi dirimu seburuk apappun, karena diluar sana banyak yang lebih tidak beruntung.
  2. Jangan menjadi orang yang sok tahu,
    tidak mau mendengarkan saran dari orang lain dan berusaha mengatasi masalah ini seorang diri. Bagaimanapun manusia selalu membutuhkan bimbingan dari orang lain.
  3. Jangan melakukan hal-hal yang akan memperparah kondisi tubuhmu,
    misal: sudah tahu kalau dirimu termasuk pengidap skoliosis berat, lantas melakukan kegiatan-kegiatan yang ekstrim yang memberatkan kerja tulang seperti naik gunung, panjat tebing, angkat besi dll.
  4. Jangan pernah berpikir kalau pengidap skoliosis itu tidak bisa hamil, sulit mendapatkan pekerjaan, jodoh, dll.
    Jangan juga berpikir bahwa skoliosis itu aib atau kutukan Ilahi.
  5. Ini sangat penting: jangan sampai salah melangkah atau mengambil keputusan terhadap kondisimu.
    Hal ini akan berakibat penyesalan seumur hidup. Setiap pilihan ada di tanganmu, termasuk pilihan untuk berkonsultasi dengan dokter siapa atau memilih tindakan apa untuk skoliosismu.
  6. Jangan menganggap bahwa semua pengidap skoliosis itu memiliki kondisi atau masalah yang sama.
    Setiap orang itu punya karakteristik dan spesifikasi masing-masing. Bahkan anak kembar yang dilahirkan dengan kondisi skoliosis pun ternyata punya karakter yang berbeda. Di Malang ada kembar skoliosis bernama Dina dan Dini, keduanya mengidap skoliosis dan operasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun pada kenyataannya kondisi keduanya berbeda. Orang yang memiliki kurva skoliosis 30 derajat tentunya kondisinya akan jauh berbeda dengan orang yang berkurva 100 derajat.

Hal-hal yang harus atau sebaiknya tidak kamu lakukan ketika kamu didiagnosis oleh dokter atau terdeteksi mengidap skoliosis adalah:

  1. Konsultasikan dirimu pada tenaga medis yang sudah terbukti memiliki keahlian ini. Jadi…. sepengetahuan saya, dokter yang memperlajari dengan detail tentang skoliosis itu adalah dokter spesialis orthopedi dengan konsentrasi di bidang spine, atau kalau kamu mau tahu titelnya itu dr……. SpOT, K.Spine. Kenapa saya harus menjelaskan hal ini? karena menurut saya ini adalah hal dasar yang harus diketahui pengidap skoliosis. Pada dasarnya tidak semua dokter tulang memahami dengan detail masalah tulang belakang, jadi konsultasikan lah pada dokter yang tepat. Untuk bisa tahu dokter yang tepat, caranya adalah dengan banyak bertanya kepada pihak-pihak yang berkompeten, misalnya pengurus MSI atau para pengidap skoliosis yang sudah makan asam garam tentang skoliosis. Bertanyalah, selama bertanya itu gratis🙂
  2. Pilihlah tindakan yang tepat untuk skoliosismu,
    Tentunya hal ini harus dipertimbangkan dengan logis dan rasional. Sekarang adalah jaman teknologi informasi dan komunikasi, dimana kamu bisa mendapatkan informasi apapun dengan detail. Pilihan apapun yang kamu ambil akan menentukan masa depan mu nanti, misalnya kamu memutuskan untuk memakai brace, operasi atau terapi non medis. Hal ini harus bisa dipertanggung jawabkan supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari.
  3. Banyak-banyak lah bertanya dan bergaul dengan sesama pengidap skoliosis.
    Adanya forum MSI tentunya sangat membantu memberikan informasi dan menjadi tempat berkumpulnya pengidap skoliosis. Kalau kamu sudah ada di MSI, usahakanlah mengenal sebanyak mungkin orang untuk bisa diajak sharing. Bergaul lah dengan orang-orang yang positif yang akan selalu menginspirasi dan mensuport kamu ketika kamu sedang terpuruk. Bertanya lah kepada orang-orang yang berkompeten atau sudah punya banyak pengalaman di bidang ini. Jangan bergaul dengan orang yang negatif dan selalu galau, karena akan membuat kamu semakin terpuruk dalam kesedihan. Jangan mudah terpengaruh dengan informasi-informasi atau iklan-iklan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kevalidan nya secara ilmiah.
  4. Jagalah kondisi tubuhmu sebaik mungkin, ikuti saran/petunjuk dari dokter atau terapis mu.
  5. Berpikirlah positif, yaitu dengan selalu bersyukur dan menghargai dirimu apa adanya. Pikiran positif akan memberikan sugesti kepada tubuh, sehingga tubuhmu akan merespon dengan baik dan pada akhirnya akan merasa lebih nyaman. Kalau kamu selalu berpikiran buruk tentang skoliosismu, maka skoliosis itu akan menjadi buruk selamanya.

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang, selebihnya tidak ada yang salah pada tubuhmu kawan. Selama kelima panca indera tubuh kita masih berfungsi dengan baik, dan selama kebutuhan sandang, pangan dan papan kita masih terpenuhi, kita masih harus banyak bersyukur dan belajar untuk menghargai diri kita sebagi makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna.

Tulisan ini saya buat bukan bermaksud untuk menggurui, tetapi hanya sebagai bentuk informasi sederhana yang ingin saya bagikan kepada orang-orang yang baru saja mengetahui bahwa dirinya mengidap skoliosis, masih bingung dan butuh banyak saran dan masukan.

Stay healthy and be strong ^^


Sumber : DitaForza